loader image

Jaga Stabilitas Harga Menjelang HBKN, Pemkab Ende Sukses Gelar GPM di Tiga Lokasi Strategis

ENDE – Pemerintah Kabupaten Ende melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga daya beli masyarakat dan menekan angka inflasi daerah. Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Tahun 2026, kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) sukses diselenggarakan selama tiga hari di tiga lokasi berbeda, yakni halaman Kantor Bupati Ende, Kecamatan Detusoko, dan Kecamatan Wolowaru.

Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 12, 13, dan 16 Maret 2026 ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Ende, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, serta berbagai mitra usaha dan asosiasi petani lokal.

Sinergi Lintas Sektor

Acara ini dihadiri dan dipantau langsung oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Bupati dan Wakil Bupati Ende, unsur Forkopimda, serta pimpinan OPD terkait. Keterlibatan vendor seperti PT. Mitra Usaha Flores, CV. Tahu Tempe Krakatau, Indomaret, dan Asosiasi Petani Hortikultura Kabupaten Ende memastikan ketersediaan stok pangan yang beragam, mulai dari beras, minyak goreng, hingga sayur-mayur segar hasil petani lokal.

Realisasi Penjualan dan Antusiasme Masyarakat

Berdasarkan data laporan kegiatan, antusiasme masyarakat sangat tinggi di setiap lokasi. Berikut adalah rincian capaian volume komoditas yang terjual selama kegiatan berlangsung:

  • Beras SPHP: 15.000 Kg

  • Beras Premium (Ramos): 350 Kg

  • Minyak Goreng: 2.160 Liter

  • Gula Pasir: 600 Kg

  • Telur Ayam: 3.600 Butir

  • Cabai Merah & Rawit: 210 Kg

  • Bawang Merah & Putih: 450 Kg

  • Komoditas Hortikultura: Ribuan ikat sayuran (sawi, bayam, kangkung) dan ratusan kilogram tomat serta produk olahan tahu-tempe.

Total omset yang dibukukan dari rangkaian kegiatan GPM di tiga lokasi tersebut mencapai Rp 298.450.000. Angka ini mencerminkan besarnya perputaran ekonomi dan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap akses pangan murah yang disediakan pemerintah.

Upaya Pengendalian Inflasi

Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Ende menyampaikan bahwa GPM bukan sekadar pasar murah biasa, melainkan instrumen penting dalam intervensi pasar.

“Melalui GPM, kita memotong rantai distribusi sehingga harga yang sampai ke masyarakat adalah harga di bawah pasar. Hal ini sangat krusial untuk memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dengan harga terjangkau menjelang hari raya, sekaligus menjaga stabilitas inflasi di Kabupaten Ende,” ujarnya.

Dengan suksesnya rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Ende berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga dan pasokan tetap tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah bumi Pancasila.


Sumber: Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Ende.

Lampiran
Infografis Laporan GPM 12 Maret 2026: Klik Saya
Infografis Laporan GPM 13 Maret 2026: Klik Saya
Infografis Laporan GPM 16 Maret 2026: Klik Saya

Previous Gerakan Pangan Murah Pemerintah Ende Kerjasama Dengan Bank Indonesia

Leave Your Comment